Minggu, 24 Februari 2013

IMPLIKASI FISIOTERAPI PADA KASUS JAMUR KULIT


Tidak banyak yang dapat dilakukan oleh seorang Fisioterapis dalam menangani kasus jamur kulit. Ini dikarenakan masyarakat memeriksakan penyakitnya ke dokter atau langsung membeli obat-obatan yang beredar di pasaran, sehingga fisioterapis jarang menemui kasus-kasus ini. Walaupun demikian tidak berarti seorang Fisioterapis tidak dapat dan mengabaikan penanganan terhadap kasus-kasus ini.

Penanganan yang dapat seorang Fisioterapis berikan kepada seorang dengan keluhan dan kasus yang diakibatkan oleh jamur kulit diantaranya adalah :
1.      Edukasi
Seorang Fisioterapis dapat memberikan edukasi kepada pasien apa penyebab jamur kulit dan bagaimana cara mencegah terkena atau terserang kembali jamur kulit ini.
Penyebab Jamur Kulit :
ü  Lingkungan tertentu yang menguntungkannya akan tumbuh menginvasi jaringan kulit, rambut, atau kuku. Kondisi demikian, atau disebut faktor predisposisi, antara lain adalah kelembaban, suhu panas, trauma, respons imunitas yang turun, dsb. Sehingga untuk mendapatkan kesembuhan dan mencegah kekambuhan, selain pengobatan yang tepat dan adekuat, sangat penting menghilangkan berbagai faktor predisposisi tersebut.
ü  Faktor pencetus panuan dapat berupa udara panas dan lembab, kehamilan, pil KB, faktor genetik, pemakaian obat golongan steroid (anti-inflamasi, misalnya: prednison, deksametason, betametason, dan lain-lain)
Pencegahan Jamur Kulit :
ü  Menghilagkan faktor predisposisi
ü  Menggunakan pakaian longgar dan sedapat mungkin terbuat dari bahan katun.
ü  Menggunakan kaos kaki dari bahan katun dan menghindari memakai kaos kaki yang lembab.
ü  Mengganti pakaian setiap hari dengan pakaian kering. Menggunakan sepatu yang tidak lembab dan jangan lupa menjemur sepatu.
ü  Mengeringkan handuk setelah setiap kali digunakan.
ü  Menghindari memakai pakaian orang lain yang sedang menderita infeksi jamur kulit.
ü  Mandi dengan air bersih segera setelah mandi di tempat-tempat umum.
ü  Jika perlu, menaburkan bedak atau bedak anti jamur terutama di sela-sela jari kaki dan pelipatan kulit.

2.      Hidroterapi
Hidroterapi adalah bentuk pelayanan medis yaitu terapi menggunakan air sebagai media. Disini Fisioterapi dapat memadukan air hangat dan bubuk sulfur atau belerang yang digunakan pasien untuk berendam. Berendam dengan air hangat yang mengandung belerang atau sulfur dapat memberikan efek menghaluskan kulit, memperlancar aliran darah, dan membunuh jamur dan kuman yang ada pada tubuh. Terapi ini dapat dilakukan dua kali sehari selama 3-4 minggu.

3.      Terapi Ultra Violet
Ultra Violet adalah pancaran gelombang elektromagnetik yang mempunyai panjang gelombang sekitar 100 nm hingga 380 nm. Sedangkan Sinar Ultra Violet dengan panjang gelombang dibawah 290 nm sering dikenal sebagai abiotic rays karena dapat membunuh jamur dan bakteri yang berada di permukaan kulit. Sebelum melakukan terapi ini perlu dilakukan tes dosis agar terapi yang diberikan tepat dan tidak membahayakan pasien. Setelah melakukan tes  dosis akan ditemukan waktu E1 dan dilanjutkan pada kriteria aplikasi lokal untuk ukuran jamur yang masih kecil dan kriteria aplikasi general untuk ukuran jamur yang besar.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar